Postingan

GO-JEK Akuisisi Layanan Pembayaran PonselPay, Apakah Terkait Lisensi E-Money?

Gambar
2 COMMENTS   Aditya Hadi Pratama 11:00 AM on Oct 25, 2016 6         Layanan  on demand   GO-JEK  dipastikan telah menjalin kesepakatan strategis dengan MVCommerce, sebuah perusahaan yang mempunyai layanan pembayaran  mobile   PonselPay . Kepastian ini didapat dari pernyataan  founder  dan CEO PonselPay, Hendra Sutandinata.

Rata-Rata Koneksi Pengguna LinkedIn di Jakarta Adalah Terbanyak Keempat di Dunia

Gambar
1 COMMENT Aditya Hadi Pratama 12:00 PM on Apr 25, 2017 6 Pada tanggal 24 April 2017 lalu, jaringan profesional  LinkedIn  mengumumkan kalau mereka telah  memiliki 500 juta pengguna  di seluruh dunia.

Laporan Kondisi Startup Indonesia Q1 2017

Gambar
0 COMMENTS Tech in Asia Indonesia 9:00 AM on Apr 24, 2017 160 Kondisi  startup  Indonesia di kuartal pertama tahun 2017 tidak hanya ramai dengan kabar gembira dari para  startup  baru yang masih terus bermunculan dan perolehan pendanaan pada beberapa  startup . Beberapa justru harus merasakan duka setelah memutuskan untuk menutup layanan mereka dengan berbagai alasan.

STARTUP YANG DI-INVEST BESAR-BESARAN ITU TERNYATA UNTUNGNYA NOL

Gambar
Selalu tergiur mendengar banyaknya  startup  yang mendapatkan investasi miliaran rupiah, atau bahkan miliaran dolar? Well, here’s the truth : investasi adalah hutang, dan satu-satunya cara membayar hutang tersebut adalah dengan menghasilkan keuntungan. Pertanyaannya, udah untung belum? Sebuah tulisan di blog kontroversial  Zerohedge.com  pada 10 November 2015 lalu memaparkan tentang bagaimana para  startup  yang masuk ke kategori  unicorn  (yaitu mereka yang memiliki valuasi sama dengan atau lebih besar dari 1 miliar dolar) mulai berjatuhan satu per satu. Berjatuhan di sini bukan berarti mereka tutup atau bangkrut. Berjatuhan di sini adalah, setelah memiliki valuasi yang begitu tinggi, para  startup  ini kemudian tidak bisa lagi mendapatkan investasi yang senilai dengan valuasinya.

GAPTEK BUKAN PENGHALANG KAMU UNTUK BANGUN STARTUP

Gambar
by  Ayu Aisyah Siregar “Dari dulu gue selalu mau jadi agen perubahan. Gimana ya perasaan Zuckerberg saat tahu produknya dipake miliaran orang? Atau Nadiem Makarim yang tiap hari lewatin jalan raya Ibu Kota penuh dengan pasukan helm dan jaket ijo menjalar? Sedangkan gue.. gue.. gue belum ngapa-ngapain! Ngeliat para pembuat aplikasi keren yang diterima di hati masyarakat, sebenernya menggugah hati gue sih… tapi, alamak gue gaptek banget!” Ada gak yang ngisi  diary  atau notes di HP kayak gitu? Ngaku? Hari gini generasi milenial emang udah hidup di zaman serba digital. Di mana-mana pake teknologi, terutama aplikasi  mobile . Rajin banget nulis status,  upload  foto liburan, kepoin mantan, sampe jualan. Gak kok, gak dosa. Ini cuma bukti bahwa masih banyak di antara kita itu berperan

SULITNYA MENJELASKAN KALAU KITA KERJA DI STARTUP

Gambar
by  Arif Setiawan “My family never understood.  It was confusing for them.  A lot of my friends were excited, but I had others who were like, ‘Have you really thought through this?  What if it doesn’t work?’  I realized that their mentality and attitude about risk was so different from mine.  I just don’t see the world that way.  I saw it as fun, exciting, a challenge!  I never saw any downside — it was all opportunity.  If it didn’t work, I’d figure something else out.” – Erin Glenn Kemarin ada satu artikel menarik di  LinkedIn , tentang bagaimana alibi seorang pekerja  startup  yang digunakan untuk menjelaskan tentang pekerjaan mereka kepada orang-orang di sekitarnya, yang mana sebagian besar pemahamannya masih familiar dengan pekerjaan di korporasi. Image credit: startupbisnis.com Bagian ini memang hal menarik tersendiri. Saya sebagai salah satu penggiat  startup  juga merasakan hal yang sama,...

KERJA NOMADEN DI ERA DIGITAL

Gambar
by  Ilana Aninditya Kalau saja, lebih banyak orang mau mengubah cara kerjanya, pasti ibukota tidak sepadat sekarang. Indonesia begitu luasnya. Apalagi buat para pekerja digital, yang kebanyakan bisa kerja dari mana saja dan kapan saja. Belum lama ini saya ketemu sama seorang  founder  startup. Orang Indonesia, tapi abis kuliah di Singapura. Ide-ide startupnya banyak yang oke, hingga sering menang kompetisi. Dia baru aja balik dari Dubai setelah proses inkubasi gitu. Anehnya, setelah sukses di negara-negara lain, dia milih balik ke Indonesia dan menetap di Jogja. Padahal dia bukan orang Jogja.